Haru
Haru, datang tak seperti rasa lainnya. Setidaknya begitu bagi saya. Ingatan saya merunut, apakah ada jenis rasa yang mampu menyergap tiba-tiba selain haru? Kangen atau rindu misalnya, kan tak hadir sekonyong-konyong seperti yang dilakukan haru. berpangkal dari growong karena ada yang biasa hadir lantas absen, maka berbuahlah kangen. Girang atau sedih, juga datang karena rentetan kejadian yang menyenangkan atau sebaliknya, bukan? Sedangkan haru, saya kira ia salah satu rasa yang munculnya mengagetkan. Sangat lekas tapi juga membekas. Jumat sore nyaris gelap, haru menubruk, setelah mengunyah bakso lantas menyeruput campuran kopi, rum dan cokelat. Sesaat kelar membaca pesan pendek yang masuk ke telepon genggam saya, kelopak mata begitu saja menghangat. Air sudah berkubang di pinggiran kantung mata, sebentar lagi tumpah, saya mendongak. Di tengah banyak orang, ditambah warung kopi yang sedang ramai-ramainya, agak musykil menuruti kerja tubuh saya. Saya menolak mena...
Komentar
Posting Komentar