Rasa Nomer 25

Dear sepasang mata,

Hai mata. Hee, aku takkan menanyakan tentang kabarmu seperti yang kulakukan pada pembuka suratku yang klise dihari-hari yang lalu. Karena sbg tuan-mu, aku mengerti bahwa kau cukup lelah hari ini.

Duhai mata, sabar ya. Percayalah, Tuhan selalu menyertai organ tubuh yg sabar, hehek. Eng, jadi begini ; mgkn malam ini kamu akan dihantui rasa kangen yg sedikit menggebu karena bulu matamu tak bisa saling berciuman lama, hehek. Maav, bukan-y aku cemburu. aku hanya takut, kalau malam ini aku membiarkan kalian lama berciuman mesra, kalian takkan sadar jika tiba-tiba matahari meninggi. Kan nanti aku jadi terlambat pagi, dan pasti-y aku akan sedih karena tak ikut seminar 4 kawanku esok hari. Jadi tolong ya. Melalui surat dalam catatan buku-muka ini, aku memohon kerjasamamu. Trims sekali.



... sun jauh-dekat
-ika-






*)nah, dgn begini kau bisa membaca suratku kan mata? membaca? em, maksutku melihat dan dibantu temanmu lain-y utk kemudian bisa membaca, hee.


(simply pic by me ;p)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Haru

Rasa Nomor 80

Rencana