Rasa Nomer 39

Nitip tulisan ah....dipublish monggo...ga dipublish juga ga pa2 ;p

Hallowww para pembaca setia blog ini. Selamat bersua dengan saya. Saya nebeng bikin tulisan karena saya ngga punya blog. Hehehe...dan saya ngebajak nulis di leptop saudari Nurika di perpus pusat kampus yang namanya LSI* Tepatnya saya menulis di ruangan khusus koleksi tesis dan disertasi. Ruangan paporit (logat sunda) saya karena tempatnya cozy, adem, hening, sunyi, senyap, tenang. Apalagi di bagian paling pojok, di balik rak-rak disertasi bersampul hitam. Efek tata cahaya dan akustik yang dihasilkan nampol buat bikin saya sukses bersemedi hingga bermimpi dengan nyenyak. Hanya saja (istilah diksi yang sering dipakai temen saya yang bernama dedi kapanpun di manapun) hari ini ruang tesis ini tidak sesunyi biasanya. Mungkin semakin banyak orang yang berpikir seperti saya, merasa nyaman berada di ruangan ini. Dan hasilnya, berbondong-bondonglah mahasiswa-mahasiswi S1, S2, dan S3 berkumpul di tempat yang tidak luas ini.

Sigh....

Maaf dari tadi saya tidak memperkenalkan diri saya. Maklum kebiasaan cuap-cuap bawel. Tanya aja Nurika kalau mau tahu tentang saya. Eits....sebenarnya Nurika udah pernah cerita tentang saya di blog ini lho. Dengan tata bahasa dan pemiihan diksi yang sangat khas seorang Nurika, dia sukses mendeskripsikan diri saya dengan hiperbola hingga membuat saya merasa malu sendiri karena saya merasa saya tidak sehebat dan seluarbiasa yang dituturkan Nurika. Siapakah saya? Jangan terlalu penasaran ingin tahu siapa saya. Daripada nanti anda semua kecewa. Hahaha.

FYI**, saya dan Nurika teman satu angkatan, satu jurusan, satu bimbingan skripsi, dan satu perjuangan dalam pergulatan alot mengakhiri kuliah strata 1 untuk meraih gelar ‘agak’ prestisius : Sarjana Pertanian. Kenapa saya bilang ‘agak’? Karena mayoritas masyarakat Indonesia memiliki persepsi gelar terkeren adalah Sarjana Ekonomi, Kedokteran, Arsitek, Teknik, dll. Saya pernah merasa tersinggung karena teman-teman saya yang belajar manajemen sedikit meremehkan gelar yang akan saya dapat nanti itu.

Sarjana Pertanian disingkat S.P. adalah sebuah gelar yang dirasa teramat sangat berat karena.................saya tidak akan mampu menjawab dengan benar jenis padi apa yang secara riset lebih unggul, atau bagaimana mengatasi hama yang menyerang tanaman cabai para petani di Kabupaten Tegal, atau bagaimana cara menghasilkan jenis kentang yang kebih unggul dengan metode kultur jaringan. Yang saya tahu adalah bagaimana cara merancang atau merekayasa iklim mikro dengan pemilihan vetegasi penaung yang tepat, bagaimana merencanakan suatu kawasan pemukiman yang tahan bencana alam, bagaimana menyusun pengelolaan tata hijau pemukiman real estate, bagaimana caranya menciptakan koridor hijau untuk keberlangsungan habitat burung di kawasan perkotaan, atau bagaimana merencanakan suatu kawasan industri alat berat yang ramah lingkungan.

See....apa yang saya pelajari selama 4 tahun di bangku kuliah strata 1 secara general tidak berhubungan langsung dengan dunia pertanian. Kalaupun ada hubungannya paling hanya sebatas penentuan zonasi lahan yang seusai untuk kawasan pertanian jenis tertentu. Untuk urusan memahami jenis tanaman pun yang saya pelajari adalah tanaman-tanaman untuk mempercantik kualitas visual dan memperbaiki kualitas iklim setempat. Tidak mungkin saya menanam tomat di kawasan pedestrian. Karena tomat tidak dapat menaungi jalan, siklus hidupnya singkat, secara visual tidak estetis. Kecuali saya rancang tomat itu merambat pada vertigarden. Tapi tomat gampang kena hama jadi perawatannya akan lebih mahal. Dan itu akan menjalar lebih jauh ke masalah efektifitas pengelolaan.

Awalnya saya kira ilmu yang saya pelajari ini hanya sebatas bikin yang hijau indah-indah misalnya taman rumah. Ternyata....alamak.....luas sekali cakupan ilmu saya. Hutan rimba, pesisir pantai, kota megapolitan, cagar budaya, semua bisa jadi bahan permasalahan.

Ah....inginnya saya bercerita lebih banyak tentang ilmu yang saya dapat ini...tapi....apa daya....waktu telah menyeret pada siang dan perut mulai keroncongan. Nurika mulai jengah dan jemu berada lebih lama di perpustakaan. Jadi kami berdua mohon pamit undur diri untuk edisi kali ini.

*colek-colek Nurika “Ka...makan dimana kita?”*

Ciao.....

Kamsahamida. Annyeonghi gyeseyo ^^~



Dari ika : Ini tulisan temanku Cici Nurfatimah namanya. Tiba-tiba aja dia nulis , pas kumpulan tulisan iseng di wordku kebuka. Jadilah kami menulis pada lapak yang sama dengan halaman yang berbeda tentunya, hekhek. Oiya, aku pernah nulis tentang dia di sini.

*LSI = Lembaga Sumberdaya Informasi (Perpustakaannya IPB)

**FYI = For Your Information

Komentar

  1. baru inget lagi LSI itu singkatannya apa.dulu pernah inget tapi lupa lagi sekarang inget lagi.haha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Haru

Rasa Nomor 80

Rasa Nomor 91